Rabu, 22 Mei 2013

Oleh-oleh FIM 14C (1)

22 Mei 2013

Stadium General: “Membangun Indonesia”
Pembicara:   1. Erie Sudewo (Mantan Presiden Direktur Dompet Dhuafa) - Character Building
Yang akan dibicarakan disini adalah reformasi karakter. Bagaimana kita membentuk karakter pribadi kita sehingga memiliki jati diri yang kuat. Ini penting dibahas karena bisa dikatakan, jika kita lihat kondisi moralitas bangsa kita saat ini, degradasi moral anak bangsa semakin menjadi.

Indonesia adalah contoh yang paling baik untuk tidak dicontoh. Banyak diantara anak bangsa yang mempunyai banyak keahlian dibidangnya masing-masing. Banyak juga diantara mereka yang mempunyai posisi-posisi penting sebagai pengambil kebijakan nasional. Dan tak jarang juga ada diantara mereka yang tidak mencerminkan apa yang sedang diamanahkan.

Sudah rahasia umum jika pejabat mulai dari tingkat kampung sampai tingkat nasional banyak yang melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Pengambil kebijakan dibidang hukum juga tak jarang bermain amplop. Warga sipil pun tak sedikit yang pesimis dengan prestasi-prestasi nasional, sepakbola misalkan. Juga dibidang pendidikan kita dituntut untuk memenuhi kompetensi, yang semua itu tidak bisa baik jika tidak diimbangi dengan karakter setiap individu.

Karena mereka hanya punya kompetensi. Dimana kompetensi tersebut hanya mengantarkan orang pada suatu keahlian tertentu, tapi tidak terhadap mentalitas atau karakter yang dimiliki. Mereka hanya dididik untuk bisa memenuhi kualifikasi tertentu untuk bisa mengisi pos-pos tertentu.

Kualitas manusia itu dilihat dari kompetensi dan karekternya. Jika seorang mempunyai kompetensi dan diimbanginya dengan karakter, bijaklah jika kita katakan ia adalah seorang yang sukses mulia. Dan jika kita menginginkan sukses mulia, bangunlah karakter berbasis agama. Karena agama adalah warisan yang paling suci.

Orang yang selalu dilatih kecerdasannya tanpa dilatih karakternya, maka orang akan lebih buas dari serigala. Jika kebanyakan manusia Indonesia sudah mempunyai karakter disamping kompetensinya, siapa yang dapat membendung Indonesia lebih baik, makmur dan sejahtera?. 

Tidak ada komentar: