Rabu, 19 Juni 2013

Organisasi Sehat dan Ideal

19 Juni 2013

Menurut kamus besar bahasa Indonesia (KBBI), organisasi adalah kesatuan (susunan dan sebagainya) yang terdiri atas bagian-bagian (orang dan sebagainya) dalam perkumpulan dan sebagainya untuk tujuan tertentu. Atau kelompok kerja sama antara orang-orang yang diadakan untuk mencapai tujuan bersama.

Begitulah organisasi, dimana di sana terdapat kumpulan beberapa orang yang berhimpun menyatukan langkah gerak kedepan untk tujuan yang dikehendaki bersama. Dari sekumpulan orang tersebut, tentunya masing-masing orang mempunyai pikiran dan gagasannya pribadi. Oleh krena itu, hal mendasar yang harus dipunyai sebuah organisasi ialah tujuan dari organisasi itu sendiri. Tujuan dapat dijabarkan dalam visi dan misi. Dan tujuan tersebut akan masuk dalam kesepahaman bersama dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga atau yang akrab disebut AD-ART.

Didalam AD-ART tersebut diatur berbagai macam bentuk peraturan yang akan menjadi kesepakan bersama antaranggota. Sehingga dalam menjalankan aktifitasnya di organisasi tersebut, para anggota tetap terjaga pola geraknya. AD-ART mutlak dipunyai sebuah organisasi ideal.

Berbicara organisasi, tentulah harus ada satu orang yang berkemampuan untuk mengoordinir bermacam-macam orang yang ada didalamnya. Sehingga satu organisasi itu dapat berjalan sesuai dengan pola geraknya. Itulah yang kita kenal sebagai pemimpin.

Suatu organisasi akan berjalan selaras jika sang pemimpin mempunyai sifat dan sikap kepemimpinan dalam dirinya. Syarat adanya kepemimpinan dalam diri seorang pemimpin adalah mutlak dipunyai. Kepemimpinan itulah yang akan membawa bahtera organisasi berlayar menuju suatu tempat yang ingin dicapai.

Dalam hal sifat dan sikap kepemimpinan atau dapat kita katakan sebagai pilar kepemimpinan, setidaknya ada 7 (tujuh) yang harus dipunyai seorang pemimpin. Pertama, mengenal diri. Bagaimana seorang pemimpin tersebut dapat mengenali dirinya sendiri sehingga ia dapat membawa dirinya ke arah yang lebih baik dan dapat membawa organisasi yang dibawainya juga dapat dibawanya kearah yang baik. Kedua, berkarakter. Seorang pemimpin yang mempunyai karakter, secara kasat mata akan tampaklah kepemimpinannya. Karakter yang diharapkan adalah karakter yang sesuai dengan tuntutan agama, sehingga tidak menyalahi aturan yang ditetapkan Tuhan Yang Maha Esa.

Ketiga, cinta kasih. Seorang pemimpin haruslah mempunyai sifat dan sikap cinta kasih kepada orang lain juga terhadap lingkungan disekitarnya. Dengan cinta kasih tersebut, pemimpin akan memberi dan melakukan sesuatu dengan ikhlas. Keempat, integrasi dan adil. Kemampuan dalam mengelola sumberdaya yang ada dengan mengedepankan prinsip keadialan akan membuat seorang pemimpin tersebut didamba oleh anggota yang dipimpinnya.

Kelima, keteladanan dan bersahaja. Pemimpin adalah seorang yang akan dituruti oleh pengikutnya karena adanya keteladanan dan kebersahajaan dalam dirinya. Karena keteladanan akan memberikan gambaran praktis yang akan dilakukan untuk kebaikan gerak suatu organisasi dan kebersahajaan adalah penguat jika suatu hal tersebut diinginkannya untuk dilakukan oleh yang lain. Keenam, totalitas. Segala pengorbanan dan pengabdian sepenuhnya dari seorang pemimpin pada sebuah organisasi yang dipimpinnya akan menjadikannya fokus memberikan kontribusi maksimal demi tercapainya tujuan adanya organisasi tersebut.

Dan terakhir, ketujuh, kolaborasi. Pemimpin harus bisa memadukan berbagai pola pikir yang dipunyai seseorang yang ikut dalam organisasi. Juga harus dapat memadukan kinerja pengikutnya sehingga terciptalah iklim organisasi yang sehat. Setelah semuanya padu, menjadikan arah gerak organisasi tersebut semakin jelas dan tjuan yang diimpikan pun akan semakin dekat.

Berbicara organisasi, tentu tak lepas dari pengelolaan atau lebih akrab dengan manajerial. Bagaimana mengurus segala administrasi yang dibutuhkan sebuah organisasi demi menunjang terselenggaranya arah gerak dari organisasi itu sendiri.

Fungsi manajerial akan sangat dibutuhkan mengingat kita berada dalam negara hukum yang sesuatunya harus terperinci pada hitam diatas putih. Itulah dasasr penyelenggaraan organisasi itu dijalankan. Semisal surat-menyurat, pengarsiapan dan dokumentasi kegiatan. Kesemuanya itu harus diperhatikan secara jeli agar organisasi tersebut dapat dikatakan sehat. Apalagi manajerial ini ditangani secara rapi dan profesional, maka akan menghasilkan keluaran organisasi yang ideal.

Selain dari itu semua di atas, terdapat satu hal lagi yang penting dilakukan sebuah organisasi demi terciptanya kesinambungan gerakan kedepan. Agar visi organisasi tersebut dapat sampai, yang notabene visi tersebut akan membutuhkan waktu lama, maka perlu adanya regenerari. Guna memberikan tongkat estafet suatu arah gerak.

Kaderisasi. Inilah satu fungsi utama yang akan menghantarkan organisasi terus-menerus menjalankan roda gerakannya sehingga tercapailah tujuan yang semula ingin dicapainya. Dengan melakukan pola kaderisasi yang apik, terstruktur dan berkesinambungan, organisasi akan semakin cerah kedepannya. Karena untuk mencapai tujuannya, masih tetap ada yang memperjuangkan dan mempertahankannya.

Jadi intinya, untuk menjadikan organisasi itu sehat dan ideal, terletak pada tulisan-tulisan tebal di atas. Jika kesemuanya bagus, maka lihatlah organisasi tersebut akan selalu berjaya.