Minggu, 18 Agustus 2013

Kuasa Rakyat, Bukan Kuasa Militer!

18 Agustus 2013

Pembantaian beruntun yang dilakukan oleh pihak militer Mesir kepada para demonstran damai telah mencoreng asas kemanusiaan. Bagimana tidak, militer yang berniat membubarkan demonstrasi semakin beringas ketika sudah berhadapan langsung dengan para demonstran. Dengan kelengkapan seragam khas militer beserta bedil-bedil tajam mereka melumat para demonstran dalm sekejap. Banyak korban jiwa berjatuhan, lebih banyak lagi yang mengalami luka-luka.

Bahkan saking brutalnya pembantaian tersebut, para militer dengan membabibuta dan seakan hilang rasa kemanusiaannya membakar rumahsakit yang di dalamnya masih banyak terdapat korban luka. Tak puas dengan itu saja, militer juga mengepung masjid yang digunakan para demonstran untuk berlindung dan merawat korban. Tak lama setelah pengepungan masjid itu, sekali lagi, militer membakarnya.

Tak taulah apa kata yang pas untuk menyematkan protes kepada mereka, milter tak berperikemanusiaan. Betapa rakyat juga manusia yang sepatutnya dimanusiakan. Mereka bukan buruan yang dengan seenaknya ditembaki hingga mati.

Jika kita mengilas balik sedikit kebelakang, apakah tindakan militer Mesir saat ini memang ditujukan untuk stabilitas nasional? Fakta menunjukkan bukan itu soal yang ingin dijawab oleh mereka. Lihatlah kala Mursi akan digulingkan, militer mendukung kuasa rakyat yang menginginkan presiden lengser. Hal itu ditunjukkan dengan menggunakan kuasanya, militer mengkudeta pemerintahan Mursi. Dengan segudang alibinya, militer pun sukses meneruskan aspirasi sebagian rakyat itu, menggulinggkan Mursi.

Sekarang, rakyat meminta presidennya yang sah dan dipilih dengan prinsip demokrasi yang egaliter, dibebaskan dan dikembalikan lagi legitimasinya sebagai presiden. Namun bagaimana sikap militer saat ini? Tak seperti sebelumnya, militer kini justru menindas rakyat.

Seharusnya militer adalah pihak yang berada ditengah-tengah dan memegang teguh prinsip keadilan. Jika rakyat yang mengnginkan Mursi lengser didukung dan aspirasinya diteruskan dengan mengkudeta presiden. Maka dengan prinsip keadilan, harusnya militer kini mendukung rakyat yang menginginkan kembalinya Mursi. Bukan malah membantai mereka.

Rakyat mempunyai kuasa lebih dibandingkan dengan militer. Konflik ini akan selesai ketika kuasa rakyat dihormati dan dijalankan. Semoga militer Mesir saat ini menyadari hal itu dan membiarkan kuasa rakyat menang. Hingga Mursi kembali menjabat presiden sah Mesir.