Selasa, 17 September 2013

Laporan Kerja Praktek di PT. Smart, Tbk.

17 September 2013
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
    Dunia perindustrian di Indonesia pada saat ini tengah berkembang dengan begitu pesat. Dengan demikian di butuhkan sumber daya manusia (SDM) yang berkwalitas dalam kepribadian maupun intelektual sehingga mampu bersaing dengan berbagai tuntutan kebutuhan dunia industri yang ada. Hal ini pula yang membuat berbagai perguruan tinggi terpanggil untuk menaikkan mutu lulusannya sehingga menghasilkan manusia yang berkompeten.

    Di era globalisasi ini, Informasi memogram peranan yang sangat penting. Bagi yang mengetahui informasi lebih cepat dan akurat akan selangkah lebih maju. Informasi yang di dapatkan mahasiswa di bangku kuliah, diperlukan untuk aplikasinya dalam dunia kerja. Salah satu bentuk aplikasinya yaitu berupa kerja praktek. Bertolak dari keadaan sistem pendidikan nasional dan terkaitannya dengan dunia kerja, maka diperlukan suatu solusi yang tepat. Sistem kerja praktek dan pelatihan merupakan alternatif pemecahan yang konkrit sebagai suatu kepedulian dunia usaha terhadap kemajuan pendidikan nasional.
    Universitas Jember (UNEJ) sebagai sebuah instansi perguruan tinggi diwilayah jawa timur berupaya untuk mengembangkan sumber daya manusia dan IPTEK guna mendukung pembangunan industri serta sebagai Research university. Lulusan Universitas Jember diharapkan siap untuk dikembalikan ke bidang yang sesuai dengan spesifikasinya bidang studinya. Seiring dengan upaya tersebut, kerja sama dengan pihak industri diharapkan adalah yang bisa dilakukan dengan jalan studi eskursi, Kerja praktek, magan joint research.
    Kerja praktek merupakan salah satu kurikulum wajib yang harus ditempuh oleh mahasiswa S1 teknik mesin Universitas Jember. Kegiatan tersebut diharap dapat menambah pengetahuan tentang hal-hal yang terjadi di dunia industri.
    Pemahaman tentang permasalahan di dunia industri diharapkan dapat menunjang pengetahuan secara teoritis yang didapat dari materi – materi  perkuliahan sehingga mahasiswa dapat menjadi salah satu sumber daya manusia yang siap menghadapi tantangan di era globalisasi dan perkembangan industri.
    PT SMART Tbk Surabaya salah satu produsen minyak goreng, margarine, specialty fat, dan shoprtening terbesar di Indonesia, telah memiliki kelas tersendiri pada pasar nasional maupun internasional. Pelaksanaan kerja prektek di PT SMART Tbk Surabaya di harapkan dapat memberikan pengetahuan dan pengalaman kerja dalam produksi minyak mentah kelapa sawit. 

1.2 Tujuan
    Adapun ujuan yang ingin dicapai pada pelaksanaan kerja praktek ini adalah sebagai berikut :
•    Tujuan Umum
1.    Terciptanya suatu hubungan yang sinergis, jelas dan terarah antara dunia perguruan tinggi dan dunia kerja sebagai outputnya.
2.    Meningkatkan kepedulian dan partisipasi dunia usaha dalam memberikan kontribusi pada sistem pendidikan nasional.
3.    Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kerja di industi sekaligus mampu mengadakan pendekatan masalah secara utuh.
4.    Membuka wawasan mahasiswa agar dapat mengetahui dan memahami aplikasi ilmunya pada dunia industri pada umumnya serta mampu menyerap dan berasosiasi dengan dengan dunia kerja secara utuh.
5.    Menumbuhkan dan menciptakan pola berfikir konstruktif yang berwawasan bagi mahasiswa.

•    Tugas Khusus
1.    Mengenal dan memahami semua manajemen pengolahan dan pengorganisasian suatu perusahaan dapat merancang dan memperhitungkan suatu proses.
2.    Untuk memenuhi beban satuan kredit semester (SKS) yang harus ditempuh sebagai persyaratan akademis di jurusan Teknik mesin Universitas Jember.
3.    Melakukan studi banding untuk mendapatkan kesesuaian antara teori yang telah dipelajari di bangku kuliah dengan kondisi objektif yang ada dilapangan sehingga mahasiswa dapat memperoleh wawasan baru.
4.    Mengenal lebih jauh tentang teknologi yang sesuai dengan bidang yang dipelajari di bangku kuliah.
5.    Mengenal dan memahami secara khusus bidang yang menjadi minat peserta yakni tentang pengolahan pada industri yang terdapat di PT.Smart Tbk Surabaya.

1.3 Waktu dan Tempat Pelaksanaan
    Tempat : PT SMART Tbk Surabaya
    Alamat  : Jalan Industri raya no 19
    Waktu   : Tanggal 2 Juli sampai tanggal 2 Agustus 2012

1.4 Metode Kerja
    Metode kerja yang digunakan untuk memperoleh data primer adalah dengan pengalaman secara langsung, melakukan wawancara terhadap staf dan karyawan PT. Smart Tbk Surabaya dan pencatatan data-data yang berkaitan manajemen produksi di PT Smart Tbk Surabaya.

...................................................................................................................................................................
    
BAB IV
Pengolahan Air Untuk Umpan Boiler
4.1    Water Treatment Plant
Water Treatment Plant adalah suatu unit proses yang digunakan untuk membuat sumber air baku atau air sungai menjadi air yang untuk melakukan  di dapat diterima bagi pengguna akhir sesuai dengan standart yang di butuhkan termasuk air bersih dan air untuk proses industry

4.1.1    Pengolahan Air
Air merupakan pelarut universal karena mengandung muatan polar (menciptakan ikatan lemah diantara molekul air-ikatan hidrogen). Sehingga air dapat melarutkan hampir semua materi yang bersentuhan dengannya (padatan terlarut, gas terlarut, dan padatan tersuspensi).
Semua air alami mengandung bermacam-macam zat yang terkandung didalam air dan partikel-partikel yang terdiri dari :
1.    Padatan terlarut
a.    Bicarbonal dari calcium dan magnesium
b.    Sulfut dan calcium, magnesium dan sodium
c.    Nitrat dan calcium dan magnesium
d.    Clorida dan magnesium, magnesium dan sodium
e.    Oksida besi, silica dan kotoran limbah industry
2.    Gas terlarut
Meliputi : gas oksida dan carbondioksida
3.    Padatan tersuspensi
Meliputi : lumpur, pasir kotoran tumbuh-tumbuhan dan kotoran limbah industry. Air yang digunakan pada PT. SMART Tbk Surabaya secara keseluruhan adalah berasal dari air sungai. Untuk memenuhi berbagai kebutuhan, air tersebut harus diolah terlebih dahulu. Mangingat air sungai yang ada masih kotor dan tidak jernih.
Ada berbagai kebutuhan air yang digunakan dalam perusahaan, antara lain untuk umpan boiler, proses produksi, kamar mandi dan PMK. Masing-masing air yang digunakan untuk kebutuhan tersebut haruslah jernih dan sesuai standart kegunaannya. Maka dari itu air sungai terlebih dahulu diolah pada bagian water treatment plant (WTP).
Water treatment plant (WTP) merupakan bagian pengolahan air yang semula keruh dan tidak memenuhi standart kegunaan pada perusahaan menjadi air yang jernih serta dapat memenuhi standart kegunaan pada perusahaan. Pada PT. SMART Tbk Surabaya, air olahan dari WTP ini nantinya akan di suplai pada bagian-bagian yang membutuhkan. Bagian-bagian yang membutuhkan tersedia air diantaranya ialah: kamar mandi, air umpan boiler, proses produksi, dan PMK.

4.1.2  Alur Pengolahan Air di WTP


Diagram alur pengolahan air di WTP
Keterangan:
1.    Air sungai
Air baku yang akan diproses pada bagian WTP ini adalah air sungai yang pertama-tama difilter untuk mengeliminasi sampah. Dari air sungai yang sudah tidak ada sampahnya, air kemudian dipompa dan ditampung pada tangki sedimentasi untuk pengendapan padatan terlarut.
2.    Tangki clearator
Air yang sudah terpisah dari padatan terlarut dipompa menuju tangki clearator. Sebelum masuk tangki clearator, air melewati pipa dan dicampur dengan larutan PAC dan floculan. Di tangki clearator, air diaduk untuk mendapatkan air yang jernih. Disini terdapat tiga lingkaran, yang pertama terdapat pengaduk yang menghasilkan air yang agak jernih dan ditampung dilingkaran tengah dan pada lingkaran terakhir diperoleh air yang sudah jernih.
Untuk mengetahui kadar PAC dan floculan yang optimal dalam proses penjernihan air, dilakukan uji jartest dengan melihat bentuk floc yang terbesar, kecepatan pengendapan tercepat, dan hasil turbidity terendah pada setiap sempel air.
3.    Tangki settle
Air jernih dari clearator mengalir kebawah dan masuk pada tangki settle melalui pipa. Dalam clearator, air difilter dari bawah keatas melalui pasir kuarsa yang terdapat ditengah tangki. Tangki settle ini berfungsi menyaring padatan tersuspensi untuk sand filter dan anthracite.. Air keluaran dari tangki settle ini nantinya sedikit lebih jernih dari air yang dari tangki clearator.
4.    Tabung UV
Dari tangki settle, air mengalir melalui pipa dari atas dan masuk pada tabung UV. Dalam tabung UV ini, air disinari dengan ultraviolet untuk membunuh bakteri yang ada. Sebenarnya tabung UV ini kurang efektif bila ditaruh setelah tangki settle. Tabung UV lebih efektif lagi bila ditaruh setelah tangki softener sebelum masuk RO. Air dari tabung UV kemudian mengalir ke bak filter. Sebelum sampai ke bak filter, air yang mengalir melalui pipa dicampur dengan larutan clorin. Larutan ini berfungsi sebagai disinpektan dengan dosis 0,3-0,8 ppm. Dari bak filter dipompa menuju amiad filter (25 mikron). Kemudian dari amiad filter ditampung di tangki penampungan.
5.    Tangki active carbon
Dari tangki penampungan, air dialirkan ke tangki active carbon untuk menghilangkan bau. Tangki ini berfungsi untuk menyerap chlorine dan senyawa organic. Air hasil active carbon ini nantinya disuplai ke kamar mandi dan proses produksi untuk pendinginan.
Untuk mengoperasikan dan merawat kinerja tangki active carbon ini perlu adanya bachwash secara teratur, pada saat pressure drop 5 psi (0,35 kg/ cm2) atau minimal setiap hari sebelum beroperasi. Backwash dilakukan selama 10-20 menit atau sampai air keluaran backwash jernih. Setelah backwash dilakukan rensin/ pembilasan sampai air keluarannya jernih. Perlu dilakukan ispeksi media secara teratur terhadap adanya konstaminasi, kerusakan media dan tebalnya media
6.    Tangki softener
Air mengalir menuju tangki softener atau disebut juga tangki resin untuk menghilangkan kerak atau memperkecil kadar TDS. Tangki softener berfungsi untuk menghilangkan mineral hardness (Ca dan Mg) dari air baku dan mengurangi pemakaian bahan kimia.
Apabila resin softener sudah tidak mengandung sodium/ Na lagi maka akan berakibat resin tidak dapat menangkap ion hardness/ telah jenuh. Hal yang harus dilakukan untuk mengatasi hal tersebut ialah resin softener harus diregenerasi dengan bahan yang mengandung ion sodium/ Na yaitu garam (NaCl).
Tahapan regenerasi pada tangki softener adalah sebagai berikut:
•    Backwash
•    Brining
Pada tahap brining ini menghilangkan ion hardness dari resin dan menukarnya dengan ion sodium. Kosentrasi garam harus mencukupi untuk memaksa ion hardness keluar dari resin dan dapat ditukarkan dengan ion sodium. Jumlah garam yang dipakai sebanyak 0,1-0,2 kg/ liter dengan kosentrasi garam 10% (350 salometer)
•    Slow rinse
•    Fast rinse
7.    Tabung catridge
Setelah air diproses di tangki softener, air mengalir menuju catridge 20 mikron, 10 mikron, dan 5 mikron. Sebelum masuk ke catridge 5 mikron, air yang mengalir dalam pipa dicampur larutan anticlorin dan antiscalan.
8.    Tabung reverse osmosis
Dari catridge 5 mikron, air mengalir ke reverse osmosis (RO). RO ini berfungsi untuk memperkecil kandungan TDS. Terakhir, air dari RO di suplai ke tangki pojok untuk kebutuhan proses produksi margarine dan sebagian besar ditampung di bak bawah yang kemudian dipompa menuju bagian boiler.

4.1.3  Air Umpan Boiler
Air yang akan masuk ke boiler haruslah memenuhi criteria air untuk umpan boiler. Karena jika tidak memenuhi criteria, air akan mengakibatkan beberapa kendala pada boiler antara lain: akan ada kerak dan terjadi korosi pada boiler serta  akan terdapat endapan yang terbawa (carry over) dalam steam yang dapat merusak pipa, valve, dan peralatan lainnya. Hal ini jelas tidak baik untuk operasi kerja boiler dan akan mengakibatkan kerugian peralatan produksi akibat steam kotor.

4.1.4  Efek Air Kotor pada Boiler
Pemakaian air kotor (water impurities) dapat mengakibatkan :
1.    Mengurangi jumlah panas yang dapat dipindahkan dari bidang pemanas ke air sebagai akibat adanya pembentukan kerak padang bidang pemanas, ini dapat menurunkan efisiensi kerja boiler
2.    Kerusakan pada pipa karena over heating
3.    Kerapuhan korosi pada boiler
4.    Operasi kerja boiler tidak baik karena terjadi foaming dan priming
5.    Kerugian peralatan produksi karena akibat dari pemakaian air yang kotor

4.1.5  Parameter Air Umpan Boiler
Untuk mengetahui parameter-parameter air umpan boiler, perlu adanya analisa terhadap air itu sendiri. Analisa ini bertujuan untuk mengontrol parameter air umpan boiler agar sesuai dengan batasan yang ditetapkan sehingga tujuan program perawatan air boiler (boiler water treatment) dapat tercapai, yaitu untuk mencegah terjadinya scale/ deposit, mencegah terjadinya korosi, serta mencegah terjadinya carry over. Parameter-parameter tersebut antara lain sebagai berikut:
1.    Parameter TDS (total dissolved solid)/ conductivity
TDS merupakan ukuran jumlah padatan terlarut dalam air. Batas control TDS untuk air boiler (tekanan operasi   bar : 3500 ppm, maks).
2.    Parameter T. Hardness
T. Hardness merupakan jumlah dari ion calcium dan magnesium dalam air. Kelarutan T. Hardness dalam air berbanding terbalik dengan temperature, semakin tinggi temperature maka semakin tidak larut mineral hardness dalam air. Batas control T. Hardness untuk air umpan boiler (tekanan operasi sampai 21 bar) adalah 1 ppm CaCO3, maks.
3.    Parameter pH
pH merupakan jumlah ion hydrogen yang terkandung dalam air. Batas control pH untuk air umpan boiler (tekanan operasi sampai 30 bar) adalah 10,5-11,5.
4.    Parameter Alkalinity
Alkalinity merupakan ion karbonat, bikarbonat, dan hidrat terkandung dalam air. Batas control Alkalinity untuk air umpan boiler (tekanan operasi sampai 15 bar) adalah 1000 ppm CaCO3, maks.
5.    Parameter Silica
Tujuan adanya analisa silica ini adalah agar menghindari terjadinya silica selektif carry over sehingga terjadinya deposit silica pada sudu-sudu turbin dapat dihindari dan menghindari terjadinya kerak silica pada system boiler. Batas control Silica untuk air boiler (tekanan operasi sampai 21 bar) adalah 150 ppm SiO2.
6.    Parameter Besi
Tingginya parameter besi pada air umpan boiler dapat disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
•    Korosi pada tangki air umpan/ piping (tangki air umpan harus diepoxy),
•    Proses penjernihan air baku yang kurang baik,
•    Kandungan air baku yang mengandung kadar besi tinggi, contohnya air gambut (dapat diatasi dengan klorinasi).
Batas control besi untuk air umpan boiler (tekanan operasi sampai 21 bar) adalah 0,3 ppm Fe.
7.    Parameter sulfite (N-2811 Pulv)
sulfite (N-2811 Pulv) secara kimiawi bereaksi dengan oksigen yang nantinya akan menghilangkan oksigen dari air umpan boiler dan mengurangi potensi korosi.
8.    Parameter Phosphate (N-3273)
Phosphate (N-3273) merupakan campuran dari polyphosphate dan antifoam. Berfungsi untuk mempreipitasikan hardness dan besi.
9.    Parameter polymer (N-22310)
Fungsi dari polimer ini adalah untuk mengkomplekskan hardness, menjaga hardness tetap dalam bentuk senyawa terlarut, dan mendispensikan besi dan kotoran lainnya. Hardness dan kotoran lain ini nantinya ditransport keluar melalui blowdown.
10.    Parameter Turbidity
Turbidity merupakan ukuran kejernihan air. Batas control Turbidity adalah 5 FTU (Formazing Turbidity unit), maks atau 5 NTU (Nephelometric Turbidity unit), maks.

...................................................................................................................................................................

BAB V
PENUTUP

5.1    Kesimpulan
Kesimpulan yang di dapat dari kerja praktek di PT. SMART Tbk Surabaya selama satu bulan adalah sebagai berikut: Water treatment plant (WTP) merupakan bagian pengolahan air yang semula keruh dan tidak memenuhi standart kegunaan pada perusahaan menjadi air yang jernih serta dapat memenuhi standart kegunaan pada perusahaan. Pada PT. SMART Tbk Surabaya, air olahan dari WTP ini nantinya akan di suplai pada bagian-bagian yang membutuhkan. Bagian-bagian yang membutuhkan tersedia air diantaranya ialah: kamar mandi, air umpan boiler, proses produksi, dan PMK.

5.2 Saran
    Setelah melakukan penganalisaan dan mempelajari keseluruhan pada penempatan kerja praktek ini adalah : perbaiki kualitas air untuk lolos standart air umpan boiler dan kapasitas lebih diperbesar lagi.