Senin, 16 September 2013

OSPEK Generasi Baru

16 September 2013

Siswa yang baru saja dinyatakan diterima pada perguruan tinggi tentunya akan merasa senang dan bangga. Apalagi perguruan tinggi yang menerimanya sesuai dengan yang ia inginkan. Karena perguruan tinggi merupakan tempat belajarnya para intelektual generasi penerus bangsa. Kepercayaan diri pun akan semakin meninggi ketika siswa menyadari bahwa dirinya bakal menjadi Mahasiswa.

Dalam berproses menjadi Mahasiswa, tentunya akan banyak sesuatu yang akan dilaluinya. Secara garis besar Mahasiswa akan melaui proses OSPEK di awal dan wisuda di akhir kuliahnya. Banyak hal menarik bila kita mencermati proses di awal, OSPEK. Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus ini merupakan agenda rutin setiap tahunnya yang diadakan oleh perguruan tinggi. Mulai dari tingkat Universitas sampai Jurusan. Hal ini perlu dilakukan, meski masih ada pendapat pro dan kontra, untuk membuka cakrawala berpikir mahasiswa baru.

Dengan adanya OSPEK, Mahasiswa baru akan diberikan banyak sekali pembekalan. Agar mereka mengetahui hakikat pendidikan tinggi Nasional. Karena di dalam OSPEK akan ada wawasan kebangsaan, tujuan pendidikan tinggi, pentingnya pengabdian terhadap masyarakat, dan lain-lain. Selain untuk mengetahui hakikat pendidikan tinggi Nasional, mahasiswa baru akan diperkenalkan lebih jauh tentang kampus mereka. Mulai dari pengenalan sejarah kampus, pengenalan sarana dan prasarana, sistem perkuliahan, cara menggunakan fasilitas kampus, dan lain-lain. Begitulah standar OSPEK yang ada hingga saat ini, terlepas dari kreatifitas panitia.

Jika kita mau menggali lebih dalam mengenai kreatifitas-kreatifitas panitia OSPEK, maka kita akan mendapati banyak sekali ragamnya. Mulai dari Pressing sampai yang dibuat fun. Biasanya yang memakai cara pertama adalah mereka yang masih kolot dan monoton dengan mewarisi tradisi turun-menurun dari seniornya. Masih ada perpeloncoan, bentak-bentakan, atau bahkan kekerasan. Sedangkan yang dibuat fun mulai membuat gagasan-gagasan baru mengikuti trend atau perkembangan jaman. Misalnya ada yang berkonsep outbond, tur, pengabdian kepada masyarakat, dan lain-lain.

Sebenarnya yang dibutuhkan Mahasiswa baru adalah inspirasi, bukan intimidasi. Inspirasi agar dirinya lebih bisa memikirkan orang lain dan dapat bermanfaat bagi masyarakat luas. Jadi sudah sepatutnya cara-cara intimidasi tersebut dihilangkan. Karena seseorang akan lebih dapat menerima pengetahuan yang baru jika kondisi dirinya senang atau tanpa beban, ketimbang seorang yang kondisi dirinya sedang tertekan. Maka dari itu, OSPEK yang dibuat fun akan lebih berkesan dan lebih bisa membuka wawasan.

Untuk OSPEK generasi baru, cara fun yang dilakukan tidak akan mengurangi orientasi dari pengenalan kampus. Justru hal itu akan semakin menjadikan mahasiswa baru lebih mencintai bangsa dan almamaternya. Misalnya saja OSPEK cerdas dengan mengonsep OSPEKnya mirip dengan tur liburan. Mulai dari penyambutan yang ramah seperti sambutan resepsionis dan pelayan hotel, pembukaan tur dengan sambutan pihak kampus, sampai pada tur itu sendiri. Melewati beberapa tempat wisata yang dimasing-masing tempat akan dijelaskan tentang kampus, dan lain-lain.

Ada juga yang mengadakan pengabdian kepada masyarakat guna meningkatkan kesadaran akan aplikasi salah satu tri darma perguruan tinggi. Dengan mengadakan baksi sosial terhadap warga pelosok selama beberapa hari. Sehingga dengan agenda tersebut mahasiswa baru lebih peka terhadap kejadian dilingkungan sekitar nantinya.

OSPEK generasi baru merupakan solusi cerdas dari OSPEK yang kolot dan monoton. Semoga dengan perbaikan di awal proses menjadi Mahasiswa, kedepan bangsa ini semakin berjaya dengan lahirnya generasi-generasi yang berwawasan luas dan lebih solutif. SALAM MAHASISWA!