Jumat, 20 Desember 2013

Teknologi Reduksi Emisi Ramah Lingkungan

20 Desember 2013
Seminar nasional
Pembicara: Warju, M.T (Dosen Jurusan Otomotif Unesa-Surabaya)



Emisi gas buang dari kendaraan bermotor menyumbangkan 70% polusi udara di bumi. 30% lagi adalah hasil dari pembakaran lainnya, misalkan kebakaran hutan, asap rokok, dll.

Ada beberapa jenis gas buang dari kendaraan yang dapat menimbulkan polusi udara, antara lain: timah hitam/ timbal (Pb), karbon monksida (CO), Nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan hidro karbon (HC).

Gas-gas tersebut sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup manusia, karena jika terlalu banyak terhirup, akibatnya bisa berujung pada kematian. Diantara dampak dari emisi gas buang yang telah disebutkan di atas adalah sebagai berikut:

   1.      Timah hitam/ timbal (Pb)
Timbal dapat meracuni sistem pembentukan sel darah merah, sehingga menyebabkan anemia (kekurangan zat besi), memengaruhi kecerdasan dan dan menurunkan IQ pada anak-anak, memicu tekanan darah tinggi, mengganggu fungsi reproduksi dan berakibat buruk bagi jantung hingga mengakibatkan kematian.
Contoh penyakit yang ditimbulkan dari Pb adalah:
·         Hidrosefalus
·         Mikrosefalus
·         Menengitis
·         Autis

   2.      karbon monksida (CO)
karbon monoksida dapat mengurangi kemampuan darah dalam mengangkut oksigen, sehingga darah kekurangan udara. Akibatnya adalah pikiran serasa melayang, jika ada 25% zat CO yang terhisap oleh manusia. Akan pinsang jika ada 50% zat CO yang terhisap, dan berujung kematian dengan adanya 75% zat CO yang terhisap oleh manusia. Hal ini dikarenakan CO lebih mudah mengikat HB dibandingkan dengan O2. Jika 1 O2 hanya bisa mengikat 1 HB, jauh dari itu, 1 CO dapat mengikat HB hingga 120 HB.

   3.      Nitrogen oksida (NOx)
NOx dapat menyebabkan mata merah berair, radang tenggorokan, gangguan hidung, dan asma.

   4.      sulfur oksida (SOx)
Gas ini mengakibatkan mata merah, paru-paru kronis, dan paru-paru obstruktif kronis.

   5.      hidro karbon (HC)
sedangkan emisi gas hidro karbon dapat menyebabkan terjangkitnya penyakit paru-paru akut.
Dari kelima emisi gas yang dihasilkan dari pembakaran pada kendaraan bermotor tersebut, dapat kita simpulkan bahwa emisi tersebut berbahaya bagi kesehatan manusia. Belum lagi akibat yang ditimbulkannya bagi lingkungan. Misalnya mengakibatkan pemanasan global yang berdampak sistemis pada perubahan iklim dan meningkatnya debit air laut dari waktu ke waktu.

Di antara begitu kompleksnya permasalahan yang ditimbulkan dari emisi gas buang tersebut, ada beberapa solusi dari berbagai pihak, mulai dari LSM, komunitas, sampai pemerintah. Diantara solusi yang ditawarkan adalah:

1.      menanam lebih banyak pohon, dengan membuat taman kota atau paru-paru kota, meluaskan lahan tumbuhan hijau. Karena dengan semakin banyaknya tumbuhan, maka semakin banyak CO2 yang diserap dan semakin banyak O2 yang dihasilkan tumbuhan dari proses fotosintesis.

2.      Mematikan mesin jika terjadi kemacetan lalu lintas, agar emisi tidak terjadi. Bisa juga mematikan mesin kendaraan jika sedang menunggu kereta api melintas atau menunggu lampu merah.

3.      Tidak membiarkan tutup tangki bahan bakar terbuka terlalu lama. Kejadian ini sering kali terjadi pada saat pengisian BBM di SPBU. Sambil mengantri, tutup tangki dibuka untuk menunggu giliran diisi. Cara yang baik adalah jangan membukanya kecuali sudah siap untuk diisi BBM. Dan setelah pengisian segeralah menutupnya kembali. Karena dengan terbukanya tutup tangki, ada 5% emisi gas HC yang keluar.

4.      Tidak perlu memanasi kendaraan bermotor. Terkadang asalah ini banyak yang mempertentangkan. Ada yang beranggapan bahwa memanasi mesin kendaraan adalah untuk mengangkat oli biar naik. Padahal hanya butuh waktu 12 detik untuk menaikkan oli mesin tersebut. Ada lagi alasan memanaskan mesin kendaraan adalah untuk dapat mencapai suhu kerja mesin. Cara untuk mengatasi agar kendaraan bermotor dapat mencapai suhu kerja adalah dengan menjalankannya pelan-pelan sampai mesin dirasa cukup panas.

5.      Jangan sering-sering buka-tutup gas tangan. Karena dengan itu ada sekitar 5-10% emisi HC yang dikeluarkan setiap kali tarikan pedal gas.

Tidak ada komentar: