Selasa, 14 Januari 2014

Pengajaran dari Iblis yang dibenarkan Rasulullah SAW

14 Januari 2014

Cerita ini saya rangkum dari ceramah di radio. Kurang tahu siapa ustadz yang saat itu menyampaikan materi. Tapi yang jelas, ceramah yang saya perdengarkan ini adalah waktu saya bersama rekan-rekan melakukan perjalanan menuju Ngawi. Untuk ta’ziah ke rumah duka salah satu adik angkatan kami yang meninggal dunia. Saya mendengarkan ceramah ini tepatnya saat mobil yang kita naiki terjebak panjangnya kemacetan di jalan raya Lumajang.

Suatu ketika Abu Hurairah ra. ditugasi Rasulullah untuk menjaga gudang padi. Beliau pun menjalankan amanah tersebut dengan baik. Singkat cerita, saat beliau sendirian menjaga gudang tersebut, dilihatnya orang yang mencuri barang yang ada di gudang. Lantas Abu Hurairah mengejar pencuri tersebut dan tertangkaplah olehnya. Karena pencuri memelas untuk dibebaskan dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya, Abu Hiraira pun melepaskannya.

Dimalam berikutnya si pencuri itu datang lagi dan mengambil kembali barang yang ada di gudang. Beliau dengan sigap mengejar pencuri itu hingga tertangkap. Seperti malam sebelumnya, pencuri ini memelas untuk dimaafkan dan dibebaskan, serta berjanji tidak akan mengulanginya lagi.

Pagi harinya Abu Hurairah mengadu kepada Nabi Muhammad SAW. Beliau menceritakan ada pencuri yang dua hari berturut-turut mencuri di tempat yang sama. Beliau juga menceritakan sempat menangkapnya, namun karena belas kasihnya, akhirnya dilepaskan. Rasulullah menanggapinya dengan ungkapan, “dia akan datang lagi nanti malam.”

Benar sekali apa yang disampaikan Rasulullah, pencuri itu datang dan melakukan aksi yang sama seperti dua malam sebelumnya. Dan seperti yang dilakukan sebelumnya, Abu Hurairah berhasil menangkap pencuri itu. Kali ini ia benar-benar geram dan akan menghukum si pencuri. Tak seperti biasanya, si pencuri tidak sekadar meminta dibebaskan, tapi akan memberi satu ilmu kepada Abu Hurairah.

Mendengar akan diberi ilmu, Abu Hurairah pun melunak. Beliau berkata, “baik, kamu akan saya lepaskan asal kamu benar-benar memberikan ilmu kepada saya.” Lalu si pencuri itu berkata, “bacalah ayat kursi sebelum tidur, maka kamu akan dijaga dari gangguan setan sampai kamu bangun.” Karena sudah diberi satu wawasan baru tersebut, Abu Hurairah menepati janjinya untuk melepaskan si pencuri.

Di pagi hari pasca pengajaran dari pencuri itu, Abu Hurairah mendatangi Rasulullah. Lantas menceritakan bahwa ia diberi satu ilmu oleh pencuri yang datang 3 malam berturut-turut itu. Mendengar cerita itu, Rasulullah bersabda, “ilmu dari pencuri itu adalah benar, dan tahukah kamu  siapa pencuri itu?” Abu Hurairah menjawab, “saya tidak tahu siapa pencuri itu.” Kemudian Rasulullah melanjutkan sabdanya, “pencuri itu adalah Iblis, hanya saja tadi malam ia jujur. Maka bacalah ayat kursi sebelum tidur, agar kamu tidak diganggu olehnya sampai bangun tidur.”

Itulah satu pengajaran dari Iblis yang kemudian oleh Rasulullah dianjurkan untuk dilakukan. Jika kita melakukan anjuran itu, bukan berarti kita mengikut Iblis, tapi kita mengikut Rasulullah. Allahu a’lam bish shawab.

Tidak ada komentar: