Minggu, 16 Februari 2014

Kisah-kisah Penuh Hikmah


Pengajian Ahad Pagi IKADI Jember (Lapangan PTPN XII)
Bersama Ust. Abdullah Hadrami (Malang)

16 Rabi’ul Akhir 1435 H
16 Februari 2014 M

Di awal ceramahnya, Ust. Hadrami mendo’akan para donatur IKADI Jember agar apa yang mereka keluarkan (hartanya) mendapat berkah dari Allah SWT. Bahkan beliau menyebutkan, ada Ulama’ yang mengatakan: “Carilah harta dan bawalah sampai mati”. Makna “bawalah sampai mati” ini adalah harta yang dikeluarkan di jalan Allah, maka pahala dari harta yang demikian itu akan dibawa sampai mati. Dan Imam Muslim telah meriwayatkan,  fungsi harta bagi manusia, hanya ada tiga:

عَنْ مُطَرِّفٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ أَتَيْتُ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- وَهُوَ يَقْرَأُ (أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ) قَالَ « يَقُولُ ابْنُ آدَمَ مَالِى مَالِى - قَالَ - وَهَلْ لَكَ يَا ابْنَ آدَمَ مِنْ مَالِكَ إِلاَّ مَا أَكَلْتَ فَأَفْنَيْتَ أَوْ لَبِسْتَ فَأَبْلَيْتَ أَوْ تَصَدَّقْتَ فَأَمْضَيْتَ ». صحيح مسلم - م (8/ 211)

Artinya: “Mutharrif mendapatkan riwayat dari bapaknya radhiyallahu ‘anhu, beliau berkata: “Aku pernah menemui Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam ketika sedang membaca surat (أَلْهَاكُمُ التَّكَاثُرُ) , beliau bersabda: “Anak manusia mengucapkan: “Hartaku, hartaku”, kemudaian beliau bersabda: “Wahai anak manusia, Apakah kamu memiliki dari hartamu melainkan yang kamu telah makan lalu habis, atau yang kamu telah pakai lalu rusak, atau yang telah kamu sedekahkan maka itu yang tersisa”. (HR. Muslim).

Dalam riwayat muslim yang lain ada tambahan sebagai penjelas, setalah Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam menjelasakan tiga fungsi harta tadi, belaiu bersabda:

« وَمَا سِوَى ذَلِكَ فَهُوَ ذَاهِبٌ وَتَارِكُهُ لِلنَّاسِ ».

Artinya: “Dan selain itu maka dia akan sirna dan dia tinggalkan untuk manusia.” (HR. Muslim).

Kisah 1: keutamaan istighfar
Ini adalah kisah Imam Ahmad bin Hanbal, murid kesayangan Imam Syafi’i Rahimahullah. Suatu ketika Ia melakukan perjalanan. Sampai pada satu daerah, Ia mencari masjid sebagai tempat peristirahatan. Ketika didapatinya sebuah masjid, Ia pun memasukinya. Namun, penjaga masjid yang tidak kenal dengan Imam Ahmad bin Hanbal ini mengusirnya. “Ijinkan saya istirahat di pintu masjid” Ia berkata kepada si penjaga masjid. Tetap saja penjaga ini tak membolehkan. Lalu datang Khabbas, seorang tukang roti, dan mengajak Imam Ahmad untuk istirahat di rumahnya. Khabbas juga tak tahu bahwa Ia adalah Ulama’ besar, Imam Ahmad bin Hanbal.

Ketika telah sampai di rumahnya, Khabbas pun memulai pekerjaannya, membuat roti. Imam Ahmad tertegun ketika melihat dan mendengar si tukang roti ini membuat roti sambil beristighfar. Lalu Ia pun bertanya: “sejak kapan anda melakukan hal seperti ini?”. Tukang roti menjawab: “sudah sejak dulu saya melakukan ini”. Imam Ahmad kembali bertanya: “apa faedah yang anda dapat dengan melakukan hal seperti ini?”. “Semua keinginan saya alhamdulillah dapat terpenuhi” kata tukang roti. “Ada satu yang belum terpenuhi” tambah Khabbas si pembuat roti. “Apa itu” tanya Imam Ahmad. Orang itu pun menjawab: “telah lama saya ingin bertemu dengan Imam Ahmad bin Hanbal”. Imam Ahmad pun kaget dan mengatakan, “sekarang Allah telah mengabulkan keinginan anda, sayalah Ahmad bin Hanbal. Allah telah menarik saya sampai ke tempat ini untuk anda.”

Dari kisah 1 tersebut, ada pelajaran atau hikmah yang dapat diambil, yaitu keutamaan istighfar. Tukang pembuat roti dapat terpenuhi keinginannya karena rajin baca istighfar.

Islam merupakan agama yang menganjurkan ummatnya untuk bertaubat. Istighfar dapat menjadi kalimatnya. Bahkan Rasulullah yang maksum (bebas dari dosa) saja bertaubat dengan istighfar sebanyak 70, atau ada yang menyebutkan 100 kali dalam satu hari. Karena Allah sangat senang dengan hambanya yang bertaubat. Bahkan para Ulama’ mengatakan, ada satu ayat dalam Al Qur’an yang sangat menyenangkan, membuat manusia roja’ (mempunyai harapan), tidak membuat manusia putus asa, yaitu surat Az Zumar ayat 53:
“Katakanlah: "Hai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

Jangan menunda taubat. Karena manusia tidak tahu kapan akan mati. Sedangkan taubat hanya bisa diterima saat nyawa masih dikandung badan. Jangan menuruti setan yang selalu membisikkan agar menunda-nunda taubat. Islam tak pandang masa lalu kita, tapi memandang akhirnya, sekarang dan kedepan kita harus lebih baik.

Ada kisah seorang pembunuh yang ingin taubat. Kisah ini dapat ditemui di Kitab Riyadush Shalihin. Ia telah membunuh 99 orang. Namun Ia ingin bertaubat kepada Allah. Datanglah Ia kepada orang ‘abid (ahli ibadah). Ia lalu bertanya “ada orang yang telah membunuh 99 nyawa. Apakah Allah akan menerima taubatnya?”. Orang ‘abid itu menjawab, “tidak bisa, sudah terlalu banyak Ia membunuh orang”. Dengan jawaban itu, si pembunuh ini lalu menghunuskan pedangnya dan menghabisi orang ‘abid tadi. Gelaplah orang yang ia bunuh, 100.

Namun masih ada tekad Ia untuk bertaubat kepada Allah. Lalu datanglah ia pada orang ‘alim (orang yang mempunyai ilmu). Ia menanyakan apakah taubatnya masih bisa diterima? Orang ‘alim pun menjawab bisa. Kemudian orang ‘alim ini menyuruh Ia untuk hijrah ke suatu tempat, “lingkungan tempat tinggalmu sekarang adalah lingkurang yang buruk, berhijrahlah ke tempat yang di sana lingkungannya baik”. Si pembunuh ini pun lega bisa bertaubat dan melakukan anjuran dari seorang ‘alim. Ia pun berhijrah.

Di tengah perjalanan, malaikat maut mengambil nyawanya. Lalu datang malaikat nikmat yang akan membawanya ke surga. Namun malaikat adzab pun ingin mengadzabnya dan menyeretnya ke surga. Kedua malaikat ini saling berebut. Malaikat nikmat berdalih ia sudah bertaubat, maka Ia bagianku. Sedang malaikat adzab beralasan, Ia pembunuh banyak jiwa, dia juga belum melakukan kebaikan, maka Ia bagianku. Akhirnya datang malaikat ke-3 sebagai penengah. Malaikat ke-3 pun berucap: “ukur saja jarak antara tempat kematiannya dari rumah dan tempat yang Ia tuju untuk berhijrah. Jika lebih dekat pada tempat yang Ia tuju untuk berhijrah, maka Ia bagian malaikat nikmat. Sedangkan kalau Ia lebih dekat dengan rumah tempat tinggalnya, maka Ia bagian malaikat adzab”. Kemudian Allah dekatkan tempat yang dituju dan menjauhkan rumah dari tempat meninggalnya pembunuh taubat ini. Hasil pengukuran pun di dapatkan Ia lebih jauh sejengkal antara rumah dan tempatnya meninggal. Artinya lebih dekat tempat yang dituju untuk berhijrah. Maka malaikat nikmat pun membawanya ke surga. Begitulah, Allah Maha penerima taubat hambaNya.

Ada pula kisah seorang perampok yang kemudian menjadi Ulama’ besar, Fudail bin Iyadh. Ia selalu merampok siapa saja, kabilah, yang melintasi daerahnya. Kabilah-kabilah yang melintasi daerah tersebut pasti takut akan dirampok oleh Fudail bin Iyadh. Hingga suatu ketika, Ia mendapat hidayah dan bertaubat kala mendengarkan lantunan ayat suci Al Qur’an. Ayat itu merasuk dalam hatinya. Dan membuat Ia ingin bertaubat kepada Allah. Ia pun bertaubat.

Fudail yang telah bertaubat terus memperbaiki diri hingga akhirnya Ia menjadi Ulama’ besar. Para ulama’ mengatakan, “anaknya, Ali bin Fudail, lebih baik dari bapaknya”. Ali bin Fudail paling tidak bisa membaca surat Al Zalzalah dan Al Qori’ah. Ayat yang bercerita tentang hari kiamat. Ali bin Fudail pingsan jika membaca surat ini. Saking takut dan tawadhu’nya beliau. Bahkan wafatnya juga karena mendengar bacaan surat Yasin ayat 51:
“Dan ditiuplah sangkakala, maka tiba-tiba mereka ke luar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.”

Ketika itu Ali shalat bermakmum dibelakang bapaknya. Ketika bapaknya membaca surat yasin dan sampai pada ayat ke-51, Ali bin Fudail kemudian pingsan dan akhirnya wafat.
Sekali lagi, segeralah bertaubat. Orang berdosa itu ada dua. Pertama, orang yang berbuat dosa dan berusaha ia tutupi, maka Allah menutup aibnya itu, dan ia adalah pendosa yang selamat. Kedua, orang yang berbuat dosa dan malah memberitahukan perbuatan dosanya, bahkan membanggakan dosa yang telah diperbuatnya, maka ia tak selamat.
Semoga kita sekalian dimatikan oleh Allah dengan husnul khatimah, aamiin.

Kisah 2: untuk kebahagiaan
Ada wanita namanya Yulia Natasya. Ia anak orang kaya, bapaknya direktur bank dan ibunya adalah atlet tari balet. Kehidupannya serba tercukupi. Wajahnya cantik, mobil mewah, bahkan pacarnya banyak, pokoknya apa yang diinginkannya selalu dapat terpenuhi. Namun diujung hidupnya Ia mati bunuh diri.

Suatu pagi ibunya mendatangi kamarnya. Lama dipanggil tidak ada jawaban, akhirnya didobraklah pintu kamarnya. Dan ibunya mendapati anaknya terbujur kaku membiru, ia bunuh diri. Kemudian ibunya menemukan secari kertas yang kemungkinan besar Yulia tuliskan sebelum bunuh diri. Dalam kertas itu Yulia menuliskan, “mama aku bosan hidup”.
Begitu juga kurt cobain. Dipuncak kariernya ia malah mengakhiri hidupnya dengan menembakkan pistol ke kepalanya, bunuh diri.

Mengapa hal tersebut bisa terjadi? Karena mereka merasa hidupnya sempit. Mereka tak mengenal panduan hidupnya, Al Qur’an. Allah Sang pencipta tahu persis apa-apa tentang makhluk ciptaannya, maka Allah memberinya panduan berupa Al Qur’an. Mereka yang bunuh diri mungkin belum sampai kepadanya surat Taha ayat 124:
“Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sesungguhnya baginya penghidupan yang sempit, dan Kami akan menghimpunkannya pada hari kiamat dalam keadaan buta".

Maka untuk mendapat hidup bahagia, dekatilah yang membunyai kebahagiaan, yaitu Allah, dengan Al Qur’an.

Orang kaya harta yang tak berilmu dan orang miskin yang berilmu, sama-sama terhormat dalam masyarakat. Namun apakan orang kaya harta itu akan tetap terhormat kala hartanya habis?

Ada kisah. Orang kaya harta tak berilmu dan orang miskin yang berilmu sama-sama akan berlayar ke sebrang pulau. Si kaya membawa hartanya karena memang tidak ada penitipan barang kala itu, atau tidak ada bank kala itu. Ditengah laut, kapal pecah dihantam badai. Harta orang kaya itu tak terselamatkan, tapi nyawa mereka terselamatkan ke tepi daratan kampung halaman mereka. Bagaimana masyarakat memandang kedua orang tersebut nantinya? Apakah tetap sama-sama terhormat? Jawabanya adalah, orang kaya harta itu tak lagi disegani karena hartanya lenyap. Namun orang berilmu akan tetap disegai karena ilmunya masih ada.

Kisah 3: dahsyatnya shalawat
“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikatNya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bersalawatlah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya”. QS. Al Ahzab: 56.

Allah menyuruh hambanya untuk bershalawat kepada Nabi. Dan Allah dan malaikat-malaikatNya pun bershalawat kepada Nabi. Bershalawat adalah besar kemanfaatannya bagi kita ummat Muhammad Rasulullah SAW.

Ada kisah seorang syaikh yang begitu menakjubkan sembuh dari penyakitnya tanpa operasi karena shalawat. Ini adalah kisah syaikh Shalih, Imam masjid Quba. Masjid yang dibangun pertama kali oleh Rasulullah dalam hijrahnya ke Madinah.

Suatu ketika syaikh Shalih sakit dan harus dioperasi. Karena ada penyumbatan darah di jantungnya. Dokter dan tim medis lainnya pun panik ketika mengetahui hal itu. Mereka kelihatan lesu mengkhawatirkan keadaan syaikh. “kenapa kalian berwajah lesu? Tak apa, ayo lakukan saja operasinya, saya siap”. Dengan perasaan khawatir mereka pun bersiap melakukan operasi. Namun belum juga dilakukan operasi, ada perawat dari lebanon datang kepada beliau. Lalu perawat ini menyuruh syaikh Shalih untuk bershalawat, dia tak tahu yang ada dihadapannya itu adalah syaikh, imam masjid Quba, yang ia tahu adalah nama yang terpampang di sebelah tempat tidurnya. “Yaa Shalih, bershalawatlah anda. Bershalawatlah kepada Nabi Muhammad SAW.” Ujar perawat itu. Syaikh Shalih pun mempunyai pikiran, ini pasti orang dikirim oleh Allah untuk kemudian menyuruhku bershalawat. Beliau pun bershalawat.

Dokter dan tim medis pun siap melakukan operasi penyumbatan aliran darah itu. Ajaib, dilihatnya saluran yang tadinya tersumbat kini telah lancar kembali. Kemudian mereka pun memancarkan wajah ceria. Syaikh pun bertanya, “ada apa dengan kalian? Tadi kalian berwajah lesu, kini kalian ceriah”. Yaa syaikh Shalih, kita urung mengoperasi anda, aliraran darah dalam jantung anda yang tadinya tersumbat, kini telah lancar.

Itulah satu kisah dahsyatnya bershalawat. Mungkin masih banyak sekali kisah serupa. Maka perbanyaklah shalawat kepada Rasulullah SAW. Agar kita juga bisa mendapat syafaatnya di akhirat kelak.

Dan ceramah pun akhirnya selesai dengan do’a yang dipimpin langsung oleh Ust. Abdullah Hadrami. Wallahu a’lam bishshawab.

Tidak ada komentar: