Senin, 10 Februari 2014

Nostalgia Masa Lalu (3)


10 Februari 2014

3.        Bersahabat
Aku menyayangkan ingatanku yang lemah. Mungkin karena banyak dosa dan maksiat yang aku perbuat. Aku ingatnya, terkait kisah ini, adalah waktu aku SD. Aku lupa kelas berapa kisah yang ingin aku ceritakan ini. Yang jelas kisah ini adalah waktu booming film “Di Sini Ada Setan”.

Hampir setiap malam teman-temanku datang ke rumah selepas isya’. Mereka datang untuk menyelesaikan PR bersama. Mereka bilangnya kerja kelompok bila ditanyai orang tuanya, “mau kemana?”. Aku merasakan bagaimana aku bersahabat dengan mereka. Kita senang bila berkumpul bersama. Sungguh pertemuan-pertemuan dalam mengerjakan PR itu serasa kuat sekali ikatan cintanya.

Waktu SD, mungkin kita semua sepakat bahwa selalu ada pekerjaan rumah dari guru-guru kita, hamir setiap hari. Hal inilah yang membuat kita berkumpul dihampir setiap malam. Banyak canda tawa memang. Meski mereka bilang kerja kelompok, nyatanya yang ngerjakan juga dua-tiga orang. Tapi kebersamaan itu mungkin yang lebih berarti.

Kita biasa berkumpul dan mengerjakan PR di teras depan rumahku. Sebelum mengeluarkan buku catatan, selalu kita awali dengan bincang pembuka. Dan bincang pembukanya tak akan jauh dari perbincangan camilan atau makanan. “masa’ gak ada camilannya? Garing nanti” cetus salah seorang di antara kita. Yang lain menyahuti, “iya, ayo beli apa gitu. Ini aja beli tahu petis ke cak padel”. Semua serempak menyetujui. “sini aku aja yang beli, mana uangnya?” kata Sahrul. Suasana rame lagi. “pake uang siapa? Apa iuran?” kata teman yang suaranya terdengar dari belakang. “ini pake uangku aja” sahut (Almarhum) Rudi. Berangkatlah Sahrul untuk beli tahu petis.

Bincang pembukaan yang lumayan seru sudah usai. Kita buka PRnya. Namun setiap anak mempunyai kadar semangat yang berbeda-beda. Selalu saja ada yang merasa malas lah, tidak bisa lah, belum sampai dipikiran lah, atau alasan-alasan lain yang membuat beberapa di antara kita yang enggan menyelesaikan PR itu dengan kerja kelompok. Yang beberapa anak itu “pasrah” dangan hasil akhir diskusi dari kita yang mengerjakan PR itu. Mereka yang tidak ikut berdiskusi beralih ke dalam rumah untuk nonton TV. Acara favoritnya adalah “Di Sini Ada Setan”.

Logistik datang. Tahu petis membuat kita yang berdiskusi rehat sejenak. Teman-teman yang nonton TV pun melengkapi hiburannya dengan makan tahu petis. Beginilah indahnya kebersamaan, jika tak saling benci, semua senang dan menerima dengan lapang dada. Setelah menyantap beberapa tahu petis dilanjutkanlah pengerjaan PR yang sudah sadikit lagi tuntas itu. Kita yang mengerjakan PR sesekali dijenguk teman yang nonton TV berkat iklan yang lewat.

PR pun selesai. Kita yang berdiskusi tadinya juga ingin melepaskan penat dengan melihat TV. “Itu PRnya sudah selesai” seru ku. “oke, akan kita kerjakan setelah film ini selesai, taruh depan dulu aja bukunya.” Kata Yudi. Kita pun bersama, bergerombol nonton di sini ada setan yang sudah tingal satu sesi sebelum buyar dan bersambung.

Film sudah usai. Mereka yang tadinya nonton TV dari awal gantian menyalin hasil diskusi. Sedangkan kita yang tadinya diskusi ngobrol ngalor-ngidul sambil lihat TV. Akhirnya semua sudah menyelesaikan PRnya. Teman-teman ku pun pamit undur diri. Beginilah aktivitas kita dihampir setiap malam, kalau ada PR khususnya.

Ahh... Betapa indahnya persahabatan itu... J

Tidak ada komentar: