Senin, 21 April 2014

MELALUI ‘TENAGA DALAM’ WANITA DAPAT BAIK-MEMPERBAIKI


21 Jumadil Akhir 1435H
21 April 2014M

Seiring berjalannya waktu dan berkembangnya taraf kehidupan umat manusia saat ini, peran wanita masa kini tidak bisa dikesampingkan. Peran mereka dalam perbaikan kehidupan sungguh sangat luar biasa. Berbagai bidang kegiatan mereka lakukan dengan penuh dedikasi demi terciptanya suatu perbaikan dalam tataran umat manusia dewasa ini. Tak heran jika mereka saat ini disejajarkan derajatnya dengan para pria, yang akhir-akhir ini kita kenal dengan istilah emansipasi wanita. Dengan penyetaraan tersebut wanita masa kini sudah mulai menampakkan perannya secara strategis dalam perubahan sosial masyarakat yang lebih baik dari sebelumnya.
Namun peran wanita juga terbatas, tak seperti layaknya peran pria yang notabene bisa melakukan berbagai hal. Wanita tidak dapat menggantikan secara keseluruhan apa yang dapat diperbuat oleh pria. Oleh karena itu sudah seyogyanya peran mereka dibatasi dalam ruang lingkup sebagai pendorong dari belakang apa yang dilakukan oleh pria. Hal ini tentunya tidak mengurangi esensi peran wanita itu sendiri dalam melakukan perbaikan.
Kita lihat saja dari tataran kehidupan yang kecil dalam sebuah jalinan rumah tangga. Batasan-batasan peran wanita disini haruslah sesuai dengan aturan yang ada, dalam kata lain wanita harus tunduk dan patuh pada pemimpinnya yaitu suami. Sebagai pemimpin tentunya suami tidak akan membiarkan istrinya melakukan semua kegiatan untuk mengurusi rumah tangganya sedang dia sendiri tidak melakukan apa-apa, akan tetapi ada batasan-batasannya.
Seorang istri hanya bisa mendukung dan membantu suaminya dari belakang agar bisa mensejahterakan kehidupan rumah tangganya. Tak hanya mensejahterakan kehidupan rumah tangganya, namun juga mendukung dan membantu suaminya agar sang suami dapat memperbaiki kondisi sosial masyarakat. Bukan istri itu yang harus bekerja dan melakukan berbagai hal sebagai pengganti dari tugas suami. Hal lain yang bisa dilakukan seorang istri disini adalah mendidik buah hatinya agar nantinya dapat berdayaguna bagi lingkungan sekitarnya. Karena didikan yang paling berkesan adalah didikan yang penuh kasih sayang dari seorang ibu.
Dari sedikit gambaran mengenai rumah tangga diatas nampaklah bahwa peran wanita tak harus menggantikan tugas dari pria. Peran strategis seorang wanita dalam perbaikan ialah membantu dan mendorong dari belakang apa-apa yang dilakukan seorang pria. Sekali lagi hal ini tentunya tidak akan mengurangi esensi dari peran wanita itu sendiri. Dan itulah yang saya maksud dengan ‘tenaga dalam’ wanita.