Jumat, 21 November 2014

Resensi Buku GMGM


Oleh: M. Bagus Setiawan
 
 

Judul Asli                    : Jiil An Nashr Al Mansyuud
Penulis                        : Dr. Yusuf Qordhowi
Penerbit                      : Maktabah Wahbah, Kairo – 1988
Judul Terjemahan     : Generasi Mendatang Generasi yang Menang
Penerjemah               : H. Salim Basyarahil
Penerbit                      : Gema Insani Press, Jakarta – Cet. Keempat 1995

Buku kecil ini merupakan jawaban dari keresahan seorang sahabat dari penulis. Disebutkan dalam mukaddimah dengan ungkapan “apakah malam ini belum juga mau berakhir? Apakah fajar belum juga mau menyingsing?...”. Maksud dari ungkapan itu adalah ketika melihat realita kekinian kondisi umat Islam yang seakan tenggelam dalam gulita malam. Umat yang rusak moralitasnya, teracuni aqidahnya, dan juga lemahnya dalam berislam secara totalitas. Lantas keresahan itu berkembang, sampai kapankah kondisi Umat Islam terpuruk hingga saat ini? Kapan generasi terbaik umat ini kembali hadir bak fajar menyingsing hadirkan cahaya benderang?.
Keresahan itu kemudian dijawab oleh penulis sebagai kabar gembira. Bahwa generasi mendatang yang akan menyibak gulita pastilah datang. Penulis mengisyaratkan, kita tak boleh putus asa dengan keadaan umat Islam yang terpuruk sekalipun. Karena sunnatullah adalah ketetapan, adanya malam pasti akan ada fajar yang menggantikan.
Penulis mengawali penjabaran dari jawaban atas keresahan itu dengan kata Islam itu sendiri. Islam adalah ruh dari umat ini. Dengan Islamlah umat ini akan bisa hidup. Artinya kemenangan atau kejayaan Islam akan selalu meminta ruhnya, yaitu Islam itu sendiri. Maka dari itu penulis menyerukan umat ini untuk kembali pada Islam. Sederhananya, Islam dapat diartikan dengan rukun Islam. Dimana rukun pertama adalah mengucap dua kalimat syahadat. Dari pemahaman dua kalimat inilah umat ini akan totalitas memperjuangkan Islam.
Pada kenyataannya, umat Islam saat ini belum begitu memahami konsekuensi dari keIslaman dirinya. Diantara sebabnya adalah tidak sadarnya hakikat hidup manusia di dunia, terjajahnya nalar manusia oleh nilai-nilai buatannya sendiri sehingga ujungnya adalah pemisahan agama dan materi (sekuler). Hal ini diabadikan oleh penulis dengan bahasan problema besar umat Islam. Lalu diberilah petunjuk bagaimana hukum kemenangan itu. Ada 3 hukum kemenangan menurut Dr. Yusuf Qordhowi, pertama kemenangan hanya dari sisi Allah, kedua kemenangan dilimpahkan pada orang-orang yang menolong Allah SWT, dan ketiga kemenangan itu hanya dapat diraih oleh kaum mukminin saja.
Lantas apa saja ciri-ciri maupun karakter dari generasi mendatang yang dapat menghadirkan kemenangan Islam kembali, dibahas dalam bab yang berjudul Generasi Mendatang Generasi yang Menang. Disebutkan ada duabelas ciri maupun karakter dari generasi mendatang yang akan kembali memenangkan Islam. Pada akhirnya, generasi harapan itu hadir oleh gemblengan dari pembinaan pergerakan Islam dewasa ini. Pembinaan inilah yang menjadi tanggungjawab bagi semua pergerakan Islam yang merindukan kemenangan dan kejayaan Islam kembali.

Tidak ada komentar: