Selasa, 16 Desember 2014

Sisi lain longsor Banjarnegara, Ustadz harus segera ambil peran.

24 Safar 1436 H
16 Desember 2014 M

Menyimak berita perkembangan bencana alam yang terjadi di Banjarnegara-Jateng, Jum'at (12/12/2014) amat menarik. Pasalnya ada beberapa sudut pandang yang membuat saya tergelitik untuk turut menuliskannya. Yaitu terkait dengan klenik warga sekitar yang cukup santer diberitakan pada media-media online.

Bahkan air bekas basuhan dari Presiden RI pun jadi rebutan. Berharap berkah dari air itu untuk merubah nasib dan perbaikan rejeki katanya. Begitulah berita yang beredar. Jika berita itu benar, hal demikian tidak dapat dibenarkan. Karena yang Maha memberi rejeki hanyalah Allah SWT.

"Katakanlah: "Siapakah yang memberi rezeki kepadamu dari langit dan bumi, atau siapakah yang kuasa (menciptakan) pendengaran dan penglihatan, dan siapakah yang mengeluarkan yang hidup dari yang mati dan mengeluarkan yang mati dari yang hidup dan siapakah yang mengatur segala urusan?" Maka mereka akan menjawab: "Allah". Maka katakanlah "Mangapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya)?" (QS. Yunus: 31).

Sungguh kalau demikian adanya, maka aqidah umat harus diluruskan, harus diselamatkan. Bahwa klenik yang telah diperbuat harus dihentikan dan melakukan taubat, kembali kepada Allah SWT. Maka tugas para ustadz yang dapat menjangkau lokasi untuk turut menjaga aqidah umat. Dan tetap melakukan pendampingan sampai kondisi kondusif dan benar-benar terjaga aqidah mereka. Semoga kita dan saudara-saudara kita diteguhkan iman dan islam. Aamiin

Tidak ada komentar: