Senin, 26 Januari 2015

Kisah Budi, Kisah Kebijaksanaan.

6 Rabi'ul Akhir 1436 H

1. Ini kisah Budi yg begitu bijaknya dalam keluarga. Bgt memuliakan org tuanya.

2. Dia anak ke-5 dr 11 bersaudara. 3 kakak pertamanya perempuan. Kakak ke-4 laki. Adiknya pertama n kedua laki. 4 adik lainnya perempuan.

3. Saat usianya 23 tahun, keempat kakaknya sudah membangun keluarganya masing2. Ada yg di Jkt, di Pas, dan desa sebelah.

4. Budi bekerja membantu di toko kakeknya. Adik lakinya pertama kerja di sby sbg pelayan mall.

5. Adik laki ke-2 sekolah SMK. adiknya yg perempuan pertama ngajar TPQ. 3 sisanya mondok.

6. Praktis yg di rumah hanya 3 org, Budi, adiknya laki yg SMK n adiknya perempuan pengajar TPQ.

7. Abahnya pengajar ngaji di masjid selepas maghrib. Paginya ke pasar jualan sandal. Ibunya di rumah saja sbg ibu rumah tangga.

8. Setahun kemudian 3 adik perempuannya pulang dari pondok. Menetaplah di rumah.

9. Rumah kembali rame dg 6 bersaudara tinggal di dalamnya.

10. Merasa tanggungan ortunya tak memungkinkan unt menghidupi 6 anaknya, dan gaji dari kakeknya yg tak seberapa, membuat Budi merantau.

11. Ia pergi ke Jkt, disana ada kakaknya. Dan bekerjalah ia di bengkel mobil, dg bantuan kakaknya yg nyarikan.

12. 8 bln kemudian ia mendengar abahnya sakit. Hatinya terusik. Di rumah hanya ada satu adik laki yg SMK.

13. Ia pun memutuskan pulang, krn tak ada yg merawat abahnya. Ia kasihan kalo adiknya yg perempuan yg merawat.

14. Di sinilah letak kebijaksanaan Budi. Ia merelakan kehidupan 'nyaman' di Jkt unt sekadar merawat abahnya.

15. Semoga kisah Budi ini berhikmah unt kita sekalian. Selamat akhir pekan

Tidak ada komentar: