Rabu, 21 Januari 2015

Resensi Buku "Cinta di Rumah Hasan al-Banna"

1 Rabi'ul akhir 1436 H

Cinta di rumah Hasan al-Banna adalah kumpulan kisah-kisah pendek tentang peran seorang ayah dalam keluarga. Membacanya semakin mencerahkan kita, para ikhwan, akan peranan ketika menjadi seorang ayah. Bahwa tarbiyah haruslah dilakukan sedini mungkin, yaitu terhadap anak-anak di rumah.

Dengan mengetahui sedikit gambaran praktis Imam Hasan al-Banna membina anak-anaknya, kita diajak untuk turut membesarkan anak dengan kasih sayang yang tulus. Utamanya kasih sayang dari seorang ayah kepada setiap anak-anaknya.

Di dalamnya diceritakan bagaimana asy-Syahid Hasan al-Banna mendidik anak-anaknya sedari lahirnya hingga besarnya dengan baik. Inilah penuturan anak-anaknya dalam menggambarkan sesosok ayah idaman nan ideal bagi mereka. Ayah yang memerhatikan setiap anaknya dengan perhatian yang penuh, ditengah kesibukan aktivitas dakwahnya yang sangatlah padat.

Dikisahkan setiap pagi beliau selalu menemani anak-anaknya makan. Ia memantau pendidikan anak-anaknya di sekolah, dan memberi pengetahuan di rumah. Bahkan Hasan al-Banna mengirim pengintai untuk memata-matai anaknya di sekolah, mengarahkan gurunya untuk memberi sebuah tugas tambahan kepada anak didiknya. Beliau juga memberi loker pribadi setiap anaknya, untuk diisi dengan buku-buku yang mereka beli sendiri sesuai yang diingini dari uang yang diberikan setiap bulan oleh ayahnya, khusus untuk membelanjakan buku.

Ada kehangatan dalam setiap tarbiyah yang beliau tegakkan di rumah. Ada penghargaan dan hukuman memang dalam mendidik anaknya. Dikisahkan Hasan al-Banna senang memberikan kue-kue pada anak-anaknya sebagai hadiah. Disatu saat beliau menghukum anaknya. Anak yang dihukum menerangkan ia hampir-hampir tertawa oleh pukulan penggaris ayahnya, karena begitu tidak kerasnya ayahnya memukul. Tapi dengan itu ia sadar bahwa ia telah melakukan kesalahan.

Insya Allah banyak pelajaran yang bisa dipetik dalam singkatnya buku ini. Karena saking singkatnya, saya semakin ingin mengetahui lebih banyak bagaimana Imam Hasan al-Banna membina keluarga. Bagaimana peran istri dan pembantu, lingkungan sekitar, dsb. Karena bagi saya, cerita-cerita pendek dari buku ini bagaikan setetes embun dalam secawan bening yang masih bisa menampung lebih banyak lagi air kesejukan nan jernih.

1 komentar:

Galuh dewi lestari mengatakan...

ada yang punya buku ini?