Kamis, 05 Maret 2015

Tadabbur QS. Al-Baqarah: 34

14 Jumadil 'Ula 1436

Disampaikan oleh Ust. Neman. Selasa, 3 Maret 2015, pukul 19.30-21.00 WIB. Bertempat di Gazebo Ma'had Tahfidzul Qur'an Ibnu Katsir, Jember.

"Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: "Sujudlah kamu kepada Adam," maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir." (QS. Al-Baqarah: 34)

Perintah Allah SWT kepada para Malaikat untuk sujud kepada Nabi Adam menggunakan kalimat perintah yang pelaksanaannya harus dilangsungkan saat itu juga. Fasajaduu. Bukan Tsumma sajadu. Maka para Malaikat yang selalu menaati perintah Allah pun langsung bersujud.

Perintah "Sujudlah kamu kepada Adam," ini menimbulkan banyak pertanyaan. Sebagian 'Ulama ada yang mengatakan:
1. Bagaimana Malaikat sujud kepada selain Allah SWT?
2. Apakah makna sujud itu beribadah kepada Nabi Adam?
3. Sujud kepada selain Allah tidak boleh, dalam kondisi apa pun.

Tadabbur untuk memaknai perintah tersebut adalah dengan memahami apa definisi ibadah. Ibadah adalah menjalankan perintah Allah SWT dan menjauhi laranganNya. Maka sujud para Malaikat itu merupakan ibadah kepada Allah SWT. Karena yang memerintahkan untuk sujud itu Allah SWT. Bukan berarti menyembah atau beribadah kepada Nabi Adam.

Tidak semua Malaikat diperintahkan bersujud kepada Nabi Adam. Malaikat yang berhubungan langsung dengan manusia saja yang diperintahkan. Misalnya Malaikat Rakib dan Atid. Ada lagi Malaikat yang lebih agung derajatnya. Misalnya Malaikat penjunjung 'Arsy. Untuk mereka tidak diperintah bersujud kepada Nabi Adam.

Buktinya adalah "Allah berfirman: "Hai iblis, apakah yang menghalangi kamu sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku. Apakah kamu menyombongkan diri ataukah kamu (merasa) termasuk golongan yang (lebih) tinggi?" (QS. Shad: 75).

"...kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku..." artinya adalah Nabi Adam. Sedangkan "...golongan yang (lebih) tinggi?", 'aaliin, artinya Malaikat yang lebih agung. Inilah ayat yang menunjukkan tidak semua Malaikat diperintah, kemudian sujud kepada Nabi Adam.

Kembali ke QS. Al-Baqarah: 34. Dalam ayat ini, yang diperintah adalah Malaikat. Tapi kenapa ada iblis di situ yang enggan untuk bersujud dan menyombongkan diri. Bukankah wajar iblis tidak sujud, yang diperintah kan Malaikat?

Tadabbur dari pertanyaan tersebut adalah kita harus mengetahui bahwa iblis itu dari golongan apa. Iblis adalah golongan dari jin. Sedangkan jin derajatnya sama dengan manusia. "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku." (QS. Adz-Dzariyat: 56).

Dan manusia telah diberi keleluasan untuk memilih taat atau tidak, tak ada paksaan. "Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya." (Asy-Syams: 8).

"Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." (Al-Baqarah: 256). Itulah sebabnya Iblis tidak diperintah secara langsung untuk bersujud kepada Nabi Adam.

Maka kepada golongan yang enggan dan sombong untuk taat selamanya, seperti iblis, adalah golongan kafir. Semoga kita dijauhkan dari kekafiran, dan dimasukkan ke dalam golongan yang taat kepada Allah SWT. Aamiin. Wallahu a'lam bishshawab.