Senin, 24 Agustus 2015

Sandal


9 Dzulqo'dah 1436 H
Setiap hari manusia tidak terlepas dari memakai sandal. Hal ini digunakan untuk melindungi alas kaki dari kotoran, panas, atau benda-benda yang tidak dikehendaki untuk diinjak.

Sandal hanya dipakai jika keluar rumah, meski ada sebagian orang yang memakai sandal khusus dalam rumah. Orang yang hanya memakai sandal ketika keluar rumah, tentu akan melepas sandalnya jika akan memasuki rumah atau tempat lain yang tidak boleh memakai sandal ke dalamnya (masjid, misalkan).

Terkadang banyaknya orang yang ada di suatu rumah atau masjid, mengakibatkan sandal berjubel di halaman depan. Baiknya memang ditata rapi. Tetapi kebanyakan yang sering terlihat adalah semburat tak karuan. Hal ini menjadi kurang sedap dipandang mata.

Selain kerapian, yang menjadi dongkol adalah ketika sandal kita ditindih dengan sandal milik orang lain. Karena hal ini menyebabkan sandal kita menjadi kotor. Meski tak ditindih, kadang sandal kita terinjak. Hasilnya sama saja membuat sandal kita kotor.

Maka resep bijak dalam menyikapi hal tersebut adalah pertama, kita harus melepas dan meletakkan sandal kita secara rapi. Kedua, jika ternyata kita dapati sandal kotor bekas pijakan sandal orang lain, relakan saja. Sambil tenangkan hati (tak perlu marah), pakai sandal kita dan basuh kaki beserta sandal kita dengan air. Ketiga, sebisa mungkin kita tidak melakukan hal yang membuat dongkol di awal tadi, yaitu menindih atau menginjak sandal orang lain.

Semoga Allah subhanahu wa ta’ala senantiasa menjadikan kita sebagai hamba yang rendah hati dan senantiasa melindungi kita dari berbagai penyakit hati. Wallahu a’lam bish showab.

Tidak ada komentar: